Archive for January, 2008

Farewell to Nicotine

Sunday, January 13th, 2008

Salah satu resolusi utama saya di tahun 2008: Stop smoking! (berhenti merokok-red).

Stop Smoking with Gundam

I had been a on-and-off smokers. Well, tepatnya lebih melihat
situasi dan lokasi. Kalau sedang berada di kantor, atau kongkow dengan
teman di kafe atau lapangan golf, honestly I’m a quite a smoker. Tapi kalau di rumah, saya hampir tidak pernah merokok.
Karena Elok, istri saya sejak dulu sudah mendeklarasikan "benci dengan
rokok". Rafif, anak saya juga berkali-kali "menasehati" untuk berhenti
merokok. Katanya, "kata Bu Guru merokok itu tidak sehat Pah!"

No one can argue with him. In fact, his words of wisdom made me do this.

Sebenarnya sudah lama ingin berhenti merokok. Dan sebelumnya pernah
berhenti selama hampir 3 tahun di masa kuliah, dan beberapa kali pada
saat sudah bekerja, yang kira-kira cuma bertahan sekitar 1 sampai 3
bulan. Selalu saja balik lagi.

Tapi saat ini tekad saya sudah bulat. I’m not young anymore. Di usia-usia sekarang ini saya sadar biasanya kita mulai menuai apa yang kita "tanam".
Kita menuai "kesuksesan" dalam karir kalau sejak dulu kita sudah
"bekerja keras". Tapi kita juga bisa menuai "penyakit" kalau sejak lama
kita sudah berkebiasaan yang kurang sehat, seperti makan sembarangan di
pinggir jalan, atau merokok. Saya tidak mau "disadarkan" oleh diagnosa
dokter. Pada saat itu, yang akan ada hanya penyesalan. So, it’s time for me to act. And the time is NOW.

Memang masih panjang perjalanan pembuktian resolusi saya ini. Tepat
hari ini baru 13 hari saya benar-benar lepas dari asap rokok. Tapi
tampaknya tanda-tanda positif sudah mulai muncul.

Saya sudah tidak terlalu "kepengen"lagi merokok kalau sedang stress
sama pekerjaan atau usai makan siang di kantor (obatnya: kopi panas,
dan/atau permen karet Lotte Xylitol). Saya merasa lebih sehat sepanjang hari (entah sugesti, entah kenyataan, but it doesn’t matter).
Dan ternyata saya juga menemukan dua rekan kantor yang sebelumnya teman
"merokok" sambil ngopi di kantor, yang tanpa perjanjian, ternyata punya
resolusi yang sama untuk berhenti merokok! Ha! Is it coincidence or what? Menurut survei, teman-teman merupakan godaan utama untuk merokok.
Jadi kalau mau berhenti merokok, memang akan lebih mudah prosesnya
kalau dilakukan bersama-sama dengan teman-teman sesama perokok.

Singkat cerita, mohon doa dan dukungan teman-teman ya agar niatan
saya ini berhasil. Syukur-syukur ada juga yang tergugah setelah membaca
tulisan saya ini (atau membaca alasan-alasan di bawah ini yang mungkin
juga jadi relevan buat Anda.) Insya Allah kalau kita berniat baik,
hasilnya juga akan baik. Amin.

10 Alasan Utama Saya Berhenti Merokok:

  1. I love my family and want to make them happy. Enough said.
  2. Saya mau sehat dan lepas dari bayang-bayang ketakukan di diagnosa
    dokter penyakit kronis. Saya enggak mau ada orang lain yang bilang ke
    saya, "Ben, I told you so".
  3. Saya mau jadi role model yang positif untuk anak-anak saya.
  4. Merokok itu makruh, membuat orang menjadi perokok pasif. Daripada nambahin dosa memberi penyakit ke orang, ya mending stop aja.
  5. Saya mau lebih gemuk (jangan ketawa!)
  6. Saya mau bayar premi asuransi lebih murah.
  7. Saya pengen duduk di sofa empuk Starbucks kalau lagi ngopi di situ. Biasanya selalu duduk di kursi taman di luar store (smoking section)
  8. Saya mau punya fisik yang lebih baik dan napas lebih panjang kalau main futsal atau sepakbola.
  9. Saya mau menikmati masa pensiun saya nanti sebagai orang tua yang
    sehat. Bisa keliling main golf di mana aja, foto-foto kebudayaan dunia,
    jalan-jalan dengan keluarga.
  10. I want to save some money. Kira-kira penghematan yang bisa
    saya lakukan tanpa merokok adalah sebesar 2 juta per tahun. Kalau
    ditambah dengan uang ngopi yang sering dilakukan bersamaan dengan
    ngerokok, yah kira-kira 3 juta deh setahun. Enggak banyak sih.. tapi
    mungkin bisa buat tambahan beli gadget baru? Hehehe…

Baca ini juga: Reasons for Quitting Smoking

Atau baca tulisan ini di Blog saya yang baru.