Analisis Teknikal Perempat Final Piala Dunia
Thursday, June 29th, 2006Di kalangan pialang pasar modal, analisis teknikal, yakni analisis pergerakan harga saham dengan menganalisis data historis dan tren secara statistik, dikenal sebagai pendekatan yang cenderung ’simplistik’ dibandingkan dengan analisis fundamental (yang lebih memperhatikan strategi dan kondisi keuangan perusahaan sebagai pengaruh terbesar akan harga saham).
Dalam memprediksi hasil pertandingan sepakbola, pengamat sepakbola di seluruh dunia juga memegang dua jenis analisis ini. Pengamat ‘fundamental’ akan banyak mencermati kondisi obyektif pemain suatu tim vis-a-vis tim lawan, kondisi cuaca, dukungan penonton yang akan mempengaruhi dan lain-lain. Sedangkan pengamat ‘teknikal’ cenderung mengacu pada hasil pertemuan kedua tim sebelumnya, dan sejarah-sejarah masa lalu yang mungkin relevan, misalnya sejarah pertemuan kedua pelatih, ataupun sejarah penampilan tim tersebut dalam suatu turnamen.
Menarik untuk diamati, kalau di babak perempatfinal yang akan mulai digelar malam nanti, analisis teknikal ini bisa diaplikasikan. Karena 3 dari 4 partai memiliki nilai sejarah yang tinggi. Kalau Anda penggemar sepakbola, pasti masih segar di ingatan Anda mengenai perjumpaan akbar yang pernah terjadi di antara tim-tim ini. Coba kita lihat satu persatu:
Jerman vs Argentina
Siapa yang bisa melupakan Final Piala Dunia 1986 di Meksiko? Maradona menginspirasi Brown dan Valdano untuk mencetak gol yang membawa Argentina unggul 2-0 atas Jerman (Barat). Meski Rummenigge dan Voeller dapat menyamakan kedudukan, Maradona kembali memberikan assist yang brilyan kepada Burruchaga 7 menit sebelum bubar untuk menghadirkan piala dunia yang ke-2 untuk Argentina.
4 tahun kemudian di Italy 1990, giliran Jerman yang berpesta. Di final piala dunia terburuk sepanjang sejarah, gol penalti Andreas Brehme di menit 84 cukup untuk membawa Jerman unggul atas Argentina 1-0.
Analisis Teknikal: Hasil pertandingan 90 menit seri. Dan Jerman akan unggul pada adu tendangan penalti.
Inggris vs Portugal
Dua tahun yang lalu di Piala Eropa 2004 Portugal, saya pernah menulis artikel berjudul "The Old Adversary is Waiting". Hal ini mengacu pada pertemuan ulang antara Luis Felipe Scolari (pelatih Portugal) dengan Sven Goran Eriksson (pelatih Inggris). Dua tahun sebelumnya, pada ajang Piala Dunia Korea-Jepang 2002, pertemuan kedua pelatih untuk pertama kali dimenangkan oleh Scolari, yang saat itu membesut tim Brazil. Saya meramalkan Eriksson sudah banyak belajar dari kekalahan di Jepang, dan akan sanggup melakukan revans terhadap Scolari. Salah besar. Di Portugal, Scolari lagi-lagi mengungguli Eriksson dalam adu penalti.
Analisis Teknikal: Sedih sekali. Mengacu pada dua pertemuan sebelumnya, Inggris lagi-lagi akan kalah dari tim asuhan Scolari. (Moga-moga tidak hehehe)
Perancis vs Brazil
Misteri tidak fit-nya Ronaldo di final Piala Dunia 1998 di Stade de France, Perancis, masih sering dibicarakan hingga kini. Bermain impresif sepanjang turnamen, dan sedang jaya-jayanya dijuluki sang ‘phenomenon’ (dibandingkan julukan saat ini: ’striker gendut’), Ronaldo secara misterius bermain sangat buruk. Hasilnya dua gol Zidane dan Petit di menit-menit akhir pertandingan membawa Perancis menjuarai Piala Dunia untuk pertama kali di negeri sendiri.
Analisis Teknikal: Perancis menang. Zidane kembali mengungguli Ronaldo?
Italia vs Ukraina??
Nah bagaimana dengan partai Italia vs Ukraina? Yah, karena Ukraina adalah tim debutan di turnamen ini, analisis teknikal tidak bisa dilakukan. Tidak ada data historis! Lagian, siapa yang bilang analisis teknikal bisa dipegang? Analisis fundamental juga terbukti tidak manjur. Apalagi kalau dilakukan oleh pengamat amatiran seperti saya. Lihat tuh, prediksi saya sebelumnya cuman 50% yang bener!
Jadi lagi-lagi kembali pada kesimpulan klasik: ‘bola itu bundar’.
Bisa jadi Inggris dan Eriksson bisa balas dendam dengan Scolari, dan ketemu Jerman di final. Wah ulangan final Piala Dunia tahun 1966 tuh. Persis 40 tahun yang lalu. Dan Inggris waktu itu yang menang… berarti nanti…. analisis teknikal lagi! Hahaha…





















