Archive for June, 2006

Analisis Teknikal Perempat Final Piala Dunia

Thursday, June 29th, 2006

Iben_wc_blog_bannerweb_9

Di kalangan pialang pasar modal, analisis teknikal, yakni analisis pergerakan harga saham dengan menganalisis data historis dan tren secara statistik, dikenal sebagai pendekatan yang cenderung ’simplistik’ dibandingkan dengan analisis fundamental (yang lebih memperhatikan strategi dan kondisi keuangan perusahaan sebagai pengaruh terbesar akan harga saham).

Dalam memprediksi hasil pertandingan sepakbola, pengamat sepakbola di seluruh dunia juga memegang dua jenis analisis ini. Pengamat ‘fundamental’ akan banyak mencermati kondisi obyektif pemain suatu tim vis-a-vis tim lawan, kondisi cuaca, dukungan penonton yang akan mempengaruhi dan lain-lain. Sedangkan pengamat ‘teknikal’ cenderung mengacu pada hasil pertemuan kedua tim sebelumnya, dan sejarah-sejarah masa lalu yang mungkin relevan, misalnya sejarah pertemuan kedua pelatih, ataupun sejarah penampilan tim tersebut dalam suatu turnamen.

Menarik untuk diamati, kalau di babak perempatfinal yang akan mulai digelar malam nanti, analisis teknikal ini bisa diaplikasikan. Karena 3 dari 4 partai memiliki nilai sejarah yang tinggi. Kalau Anda penggemar sepakbola, pasti masih segar di ingatan Anda mengenai perjumpaan akbar yang pernah terjadi di antara tim-tim ini. Coba kita lihat satu persatu:

Jerman vs Argentina

Adios_argentina Siapa yang bisa melupakan Final Piala Dunia 1986 di Meksiko? Maradona menginspirasi Brown dan Valdano untuk mencetak gol yang  membawa Argentina unggul 2-0 atas Jerman (Barat). Meski Rummenigge dan Voeller dapat menyamakan kedudukan, Maradona kembali memberikan assist yang brilyan kepada Burruchaga 7 menit sebelum bubar untuk menghadirkan piala dunia yang ke-2 untuk Argentina.

4 tahun kemudian di Italy 1990, giliran Jerman yang berpesta. Di final piala dunia terburuk sepanjang sejarah, gol penalti Andreas Brehme di menit 84 cukup untuk membawa Jerman unggul atas Argentina 1-0.

Analisis Teknikal: Hasil pertandingan 90 menit seri. Dan Jerman akan unggul pada adu tendangan penalti.

Inggris vs Portugal

Sven_scolari_l Dua tahun yang lalu di Piala Eropa 2004 Portugal, saya pernah menulis artikel berjudul "The Old Adversary is Waiting". Hal ini mengacu pada pertemuan ulang antara Luis Felipe Scolari (pelatih Portugal) dengan Sven Goran Eriksson (pelatih Inggris). Dua tahun sebelumnya, pada ajang Piala Dunia Korea-Jepang 2002, pertemuan kedua pelatih untuk pertama kali dimenangkan oleh Scolari, yang saat itu membesut tim Brazil. Saya meramalkan Eriksson sudah banyak belajar dari kekalahan di Jepang, dan akan sanggup melakukan revans terhadap Scolari. Salah besar. Di Portugal, Scolari lagi-lagi mengungguli Eriksson dalam adu penalti.

Analisis Teknikal: Sedih sekali. Mengacu pada dua pertemuan sebelumnya, Inggris lagi-lagi akan kalah dari tim asuhan Scolari. (Moga-moga tidak hehehe)

Perancis vs Brazil

Ronaldo_98 Misteri tidak fit-nya Ronaldo di final Piala Dunia 1998 di Stade de France, Perancis, masih sering dibicarakan hingga kini. Bermain impresif sepanjang turnamen, dan sedang jaya-jayanya dijuluki sang ‘phenomenon’ (dibandingkan julukan saat ini: ’striker gendut’), Ronaldo secara misterius bermain sangat buruk. Hasilnya dua gol Zidane dan Petit di menit-menit akhir pertandingan membawa Perancis menjuarai Piala Dunia untuk pertama kali di negeri sendiri.

Analisis Teknikal: Perancis menang. Zidane kembali mengungguli Ronaldo?

Italia vs Ukraina??

Nah bagaimana dengan partai Italia vs Ukraina? Yah, karena Ukraina adalah tim debutan di turnamen ini, analisis teknikal tidak bisa dilakukan. Tidak ada data historis! Lagian, siapa yang bilang analisis teknikal bisa dipegang? Analisis fundamental juga terbukti tidak manjur. Apalagi kalau dilakukan oleh pengamat amatiran seperti saya. Lihat tuh, prediksi saya sebelumnya cuman 50% yang bener!

Jadi lagi-lagi kembali pada kesimpulan klasik: ‘bola itu bundar’.

Bisa jadi Inggris dan Eriksson bisa balas dendam dengan Scolari, dan ketemu Jerman di final. Wah ulangan final Piala Dunia tahun 1966 tuh. Persis 40 tahun yang lalu. Dan Inggris waktu itu yang menang… berarti nanti…. analisis teknikal lagi! Hahaha…

The Aftermath of A Simple Prediction

Tuesday, June 27th, 2006

Iben_wc_blog_bannerweb_8

Ternyata saya memang tidak bakat meramal hasil pertandingan sepakbola. Untuk prediksi gampang saja (i.e. memprediksi dua tim yang lolos dari grupnya, sesuai dengan ranking), saya hanya memperoleh tingkat ketepatan 50%. Berikut daftar prediksi saya sebelumnya, dan kenyataan yang terjadi:

Prediksi

Kenyataan

Ketepatan

Jerman lolos bersama dengan Polandia

Jerman lolos, tapi Polandia secara mengejutkan dieliminasi oleh Ekuador. Kalau saya lebih teliti, seharusnya bisa memprediksikan hal ini, mengingat kehebatan Ekuador di babak kualifikasi dengan mengalahkan Argentina dan Brazil. Tanpa pemain bintang, Jerman tetap menunjukkan performance-nya yang konsisten dan di ajang turnamen akbar.

50%

Swedia menjadi juara grup B di atas Inggris

Saya sudah memprediksikan kalau Inggris bakalan memble di babak penyisihan grup. Ternyata Swedia lebih memble lagi. Larsson dan Ibrahimovic gak main blas.

0%

Argentina lolos; Pantai Gading akan menyisihkan Belanda

Kendati bermain cukup impresif, Pantai Gading ternyata tidak sanggup memberikan kejutan di grup ini. Argentina memainkan sepakbola yang paling menawan.

50%

Portugal dan Meksiko ke babak selanjutnya

Tanpa kejutan. As predicted. Portugal dan Meksiko bermain solid sepanjang babak penyisihan grup, dan terlalu tangguh bagi Iran dan Angola.

100%

Republik Ceko lolos sebagai juara grup, didampingi Italia.

Kejutan terbesar di babak penyisihan. Kayaknya bukan cuman saya yang salah prediksi. Republik Ceko yang di atas kertas memiliki pemain kuat di semua lini dan mumpuni di babak kualifikasi, tidak berdaya dan kandas di tangan Ghana. Italia tampil sebagai juara grup ini.

0%

Brazil juara grup, diikuti oleh Australia

Seperti diduga, Brazil dengan mudah menguasai grup ini. Australia menampilkan determinasi tinggi untuk mengungguli Kroasia dan Jepang. Faktor Guus Hiddink juga mempengaruhi kelihaian taktik Australia menghadapi dua lawannya tersebut.

100%

Perancis dan Korea Selatan

Buta akan kekuatan Swiss membuat saya mengabaikan tim ini. Kesalahan besar. Swiss justru mendapatkan hasil yang lebih baik daripada Perancis. Mereka menjuarai grup di atas Perancis, yang seakan-akan dipusingkan dilema untuk mencadangkan Zidane atau tidak.

0%

Spanyol dan Ukraina melenggang

Kalah telak 0-4 dari Spanyol di laga pembuka, Ukraina membuktikan bahwa mereka memiliki mental bertanding di turnamen besar, dengan memenangkan dua pertandingan berikutnya. Spanyol, tampil sangat impresif, dan digadang-gadangkan sebagai “New Brazil”

100%

Ketepatan Prediksi

50%

My Digital Life: Updated

Thursday, June 22nd, 2006

Put off away for a minute for the World Cup 2006 coverage. Just would like to share the ‘high’ and ‘low’ of my digital life the last one week:

The High:

Treo650blacktieedition I’m halfway to fulfill my gadget wishlist! During my trip to Singapore last week, I bought myself a long-awaited Treo 650. Well, for those who are quite close to me, you may say, "it’s about time". See my old handphone, and you instantly know why. The backlight had been inactive for the past 6 months, leaving me relying on my PDA to access phone numbers and SMS when no sufficient lighting was available.

Now the ‘dark’ era is over. I purchased the Treo 650 Black Tie edition. It is produced by Palm to commemorate its 10th anniversary. I’ve been a great fan of Palm operating system, and has never been persuaded in taking the Windows mobile smartphones.

And I guess it’s a wise choice.

Treo_bt_package_1 What I like most from the Treo is its one-handed operation feature. Using its 5-way directional pad, I can access almost all application menus single handedly. I can organize my calendars & contacts, send, receive emails, surf the net, and do a little online chat using the D-pad and its excellent thumb board.

Hard_case Unlike the usual mass-production Treo, this ‘Black Tie’ edition is dressed in black, ready to ‘kill’. It also comes in beautiful black package, and include the similarly-elegant black hard case.  Great stuff.

The Low:

Well, while the Treo adds spice to my digital life, my other gadget, the iPod gave me the headache.

Ipod_disconnect_2 Yesterday, it ceased to operate. After I (admittedly, rushingly) disconnect the iPod from the notebook, the screen is frozen, and my notebook can’t connect and access it anymore. I can’t play any more songs or videos. My iPod hard-drive seems to be corrupted.

Having used the iPod as my ‘backup’, I potentially lost some precious digital assets. All of songs that I purchased over the internet were gone. As well as some email databases which I kept from 4 years.

Luckily, most of my work files are backed up in my notebook. It soothe the disaster. Now I’m looking for ways to recover those missing files.

But this taught me an important lesson. Never trust your digital partner. When you rely half of your life with them, they can act nuts, and disconnect your trust. Backup, backup, backup. 

The Frustration of An England Fan

Thursday, June 15th, 2006

Iben_wc_blog_bannerweb_7

This England
match again Trinidad & Tobago is certainly one of the worst England match
I’ve ever seen. I never felt tired, bored and sleepy when watching an England game.
But this is certainly the case.

Here are my minute-by-minutes report:

 
30 minutes:

None of England’s
starting eleven produce a decent performance. Not a single one. Lampard and Gerrard can’t even make a pass. It’s almost a joke. The twos, who have been driving
forces for Chelsea and Liverpool,
respectively, are simply hopeless.

Crouch_englandAnd Crouch, ouch! If this is what an England striker look like, even
PSSI’s defence can take a nap. He is like a clown in front of goal. 6 meters
out, with only goalkeeper to beat, he failed to touch the ball with proper side
of his foot. The ball went agonizingly wide, and made me scream in despair in
my hotel room. Luckily, I was alone.

I texted Dicky, my fellow England
fan, “ Crouch does not have the class. He is just plain hopeless!”


End of first half:

I’m getting really sleepy now. I switched to other channel.
There is
US open golf telecast in ESPN. I’d rather watch this. But before that,  I also see a glimpse of hope. Wayne Rooney is
warming up. He looks ready to come on. There goes my text to Dicky again, “I’m sleepy.
I’d rather watch US open golf telecast. Wake me up when Rooney comes in”

 

46 minute:

England start exactly like the first half. Deadly boring. Passing are awful. Crouch and
Owen show no improvement. Trinidad & Tobago sit back and defend. Without
any creativity, there seems no hope any good ball will go to Trinidad’s
penalty box. “Bring on Rooney!!!” I screamed, along with millions of England’s fans
worldwide, I think.

 

60 minute:

And it seems Eriksson heard our wish. Against Manchester
United’s wish, he put Wayne Rooney on. Along with Rooney, Lennon came in for
Carragher and an ever-rusty Owen. Good decision. England looks sharper now. Rooney
looks lively. But I’m afraid he will injured himself on this game. He looks
over committed to get a ball. Lennon also justifies his coach’s deicision. He
has no hesitation to use his pace to tear down Trinidad & Tobago’s left
side of defence. Promising moves.

 

75 minute:

Crouch wasted another clear header. “This striker is not
good enough even for Persija”
, I sent Dicky another SMS. Lampard had most shots,
but none of them are on goal. Ronney was not given a space for his surging
runs. And even Trinidad gave me some moments
of scare with their counter attacks. It looks England is destined to finish this
game 0-0.

 

82 minute:

Crouch scored a goal!! Beckham finally delivered a great
ball in front of Trinidad & Tobago’s goal, and Crouch can make use of his
height to head the ball into the back of the net!! My next text message, “I’m in the middle of writing for my blog. And put nasty comments on Crouch. At least,  I’m stop typing now”

90+ minute:

Great play from Rooney and Crouch. Opened up space for Gerrard. And Gerrard shot with his
left foot to beat Shaka Hislop. 2-0!!!

Crouch_and_gerrard

End of game:

England is through to the next stage! Amid this horrid performance, at least with Rooney
looks match fit and promising, England
can show what their true class in next games.

Before I turned off the television, and posting this blog I heard the TV commentators “I sensed the English reporters
have to rewrite their match report because of this result”.

 

Wrong.
 

An Indonesian amateur blogger did that as well. But I only
rewrite the closing. I won’t change the title. That’s what I perfectly feel
for 75 minutes of the game.

 

The Fullerton, Singapore,
Shortly after England vs Trinidad & Tobago game

Bintang Piala Dunia: Pemain Berinisial ‘R’?

Monday, June 12th, 2006

Iben_wc_blog_bannerweb_6Piala Dunia selalu melahirkan bintang. Dengan diamati puluhan juta pasang mata dari seluruh dunia, turnamen ini menjadi ajang penggila bola, pemandu bakat dan pengelola tim mencari dan mendapatkan bintang-bintang yang bersinar terang. Ada ‘bintang’ yang hanya terang pada ajang Piala Dunia, namun pada kompetisi reguler setelahnya, kebintangannya langsung meredup. Ingat Dado Prso dari Kroasia di tahun 2002? Pencetak 5 gol di piala dunia 2002 ini praktis nyaris tak terdengar di kompetisi liga Eropa, kendati cukup terang sinarnya di Jepang/Korea.

Namun, tak dapat dipungkiri, di turnamen akbar inilah para pemain besar seakan-akan ‘ditasbihkan’.  Pele di tahun 1958, Maradona di tahun 1986, atau Zidane di tahun 1998.

Pele dikenal dunia dengan aksi debutnya yang menawan. Pada usia 18 tahun, ia mencetak salah satu gol terbaik dalam sejarah Piala Dunia ke gawang Swedia, dan membawa Brazil juara dunia di tahun 1958. Hal mana yang ia lakukan dua kali lagi di tahun 1962 dan 1970.

Maradona
Maradona tampil menjadi legenda hidup sepakbola dengan penampilan individu yang paling impresif di turnamen empat tahunan ini. Siapa yang bisa lupa dua golnya melawan Inggris? Meliuk-liuk melewati 5 pemain Inggris, Maradona menceploskan bola ke gawang Peter Shilton yang seakan-akan menghapuskan ‘dosa’ gol ‘Tangan Tuhan’ yang ia ciptakan beberapa menit sebelumnya. Tidak selesai sampai di situ, Argentina ia bawa memuncaki Piala Dunia Meksiko dengan mengalahkan Jerman Barat 3-1.

Kisah kebintangan terakhir mungkin ada pada Zidane yang 2 golnya di partai puncak di Stade de France membawa Perancis merebut Piala Dunia pertama di tahun 1998. Terkena kartu merah di laga perdana melawan Arab Saudi, yang membuatnya harus absen di 2 laga penyisihan grup berikutnya, tak menghalangi Zidane untuk menginspirasi timnya di babak hidup-mati, sekaligus mentasbihkan dirinya sebagai pangeran baru sepakbola Perancis menggantikan Platini.

Nah, siapa bintang berikutnya yang akan bersinar di Piala Dunia ini? Sungguh menarik, dengan melihat hasil-hasil pertandingan yang telah berjalan, beberapa calon bintang yang muncul uniknya namanya berawalan huruf ‘R’. Siapa saja?


Robben.
Aksi winger Belanda ini membuat sektor penyerangan Belanda sangat timpang ke sebelah kiri. Hampir semua pergerakan penyerangan Belanda saat mengalahkan Serbia-Montenegro berasal atau melibatkan dirinya. Apabila ia bisa tampil pada kondisi terbaik seperti ini secara konsisten, Belanda berpeluang besar untuk melaju ke partai-partai puncak.

Robben


Riquelme.
 
Tampil luar biasa di pertandingan melawan Pantai Gading. Mengendalikan lapangan tengah Argentina dengan distribusi passing-nya yang akurat dan bervisi.


Rooney.
 
Barisan penyerangan Inggris tanpa Wayne Rooney benar-benar tumpul. Dikabarkan fit untuk berlaga pada pertandingan melawan Trinidad & Tobago, pentas akbar ini bisa menjadi panggung penobatan Rooney sebagai bintang besar sepakbola dunia.


Ribery.
 
Pemain Marseille yang sedang diincar Manchester United ini, sangat diharapkan untuk menggantikan peran Zidane sebagai jendral lapangan tengah Perancis. Berharaplah Ribery akan menjadi salah satu pemain muda yang bintangnya paling terang di turnamen ini.


Rosicky.
Mencetak dua gol tadi malam, mengantarkan Republik Ceko ‘menghancurkan’ Amerika Serikat, sekaligus mengalihkan perhatian pengamat sepakbola bahwa Ceko bukanlah hanya sekedar Nedved. Arsene Wenger dan Arsenal melakukan langkah yang tepat dengan membelinya sebelum turnamen, karena bisa-bisa harga Rosicky naik tidak ketulungan setelah turnamen.

Braziltrio_r


Trio ‘R’ Brazil.
Nah, kalau ini tinggal pilih saja, siapa yang bakal jadi Bintang dari tim Brazil: Ronaldo, Ronaldinho atau Robinho? Ditambah Adriano dan Kaka, Brazil memiliki tim penyerang yang bakal menghadirkan mimpi buruk bagi setiap pemain bertahan tim-tim lawannya. Ronaldo akan sangat berambisi untuk menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia. Dengan perolehan 12 gol selama ini, ia hanya perlu 2 gol untuk menyamai rekor Gerd Muller. Jangan menganggap enteng sang ‘phenomenon’.

Prediksi Mulai Berguguran

Sunday, June 11th, 2006

Iben_wc_blog_bannerweb_5

Nah lho, baru dua hari Piala Dunia berlangsung, prediksi
saya sudah di ambang “keguguran”. Memang idiom klasik “bola itu bundar” masih
sakti. Analisis teknis dan telaah sejarah menjadi tidak laku. Tidak semua sih, tapi gelagat bahwa kejutan-kejutan akan tetap hadir di Jerman semakin menguat. Padahal baru dua grup yang melakukan pertandingan. Berikut beberapa catatan saya:

Prediksi saya yang mendekati fiktif:

Polandia lolos mendampingi Jerman. Dengan kekalahan dari
Ekuador 0-2, Polandia hampir pasti akan tereliminasi dari Grup A. Bertemu
dengan Jerman di pertandingan berikutnya, Polandia tidak punya pilihan lain
kecuali mengungguli tim tuan rumah untuk lolos. Hampir mustahil.

Beckham_after_scoring_the_winner_vs_para
Swedia akan menjuarai grup, karena memiliki rekor memasukkan
gol lebih baik daripada Inggris.

Pemain depan Inggris memang mengkhawatirkan pada
pertandingan pertama mereka melawan Paraguay. Owen terlihat belum cukup
fit untuk tampil di pertandingan resmi, dan Crouch hanya menakutkan dari sisi
tinggi badan. Tapi paling tidak Inggris berhasil memasukkan 1 gol ke gawang
lawan. Sementara itu, Swedia yang notabene menghadapi tim yang lebih lemah,
Trinidad & Tobago, tidak berhasil menggetarkan gawang lawan. Larsson dan
Ibrahimovic patut disalahkan karena menyia-nyiakan beberapa peluang emas. Meski
dengan penampilan yang jauh dari menyakinkan, Inggris kemungkinan besar akan menjuarai
grup ini.

Prediksi saya yang mendekati kebenaran:

Jerman tetaplah Jerman.
Mengkhawatirkan di partai-partai
pemanasan, dan tidak mengusung nama-nama tenar dalam tim bukanlah halangan bagi
tim Jerman untuk menunjukkan bahwa mereka masih layak sebagai “Tim Spesialis
Turnamen”. Tanpa Ballack, Jerman tampil impresif (honestly, I hate to say it. Laugh
hard, big brother
:)). Strategi ofensif Klinsmann dijawab penuh oleh
Miroslav Klose (he is actually a Polish, not German. Poor Poland) dengan dua golnya, yang seakan-akan
meneruskan tradisi mencetak golnya dari Piala Dunia tahun 2002 lalu.
 

Pantai Gading lolos ke babak selanjutnya.
Kendati kalah dari Argentina 1-2, Didier Drogba dan teman-teman menunjukkan bahwa mereka patut
diperhitungkan untuk lolos ke babak selanjutnya. Bermain dengan berani, penuh semangat dan percaya diri, gawang Argentina berkali-kali terancam. Marco Van Basten mungkin sudah
mulai garuk-garuk kepala memikirkan cara menghentikan Drogba dan Kalou. Ini sepertinya
tugas yang lebih mudah bagi Belanda daripada menghentikan Riquelme (baca:Argentina), man-of-the-match tadi malam.

Note: Ditulis satu jam sebelum pertandingan Belanda vs Serbia-Montenegro. Updates will follow soon.

 

Prediksi Penyisihan Grup Piala Dunia 2006

Thursday, June 8th, 2006

Iben_wc_blog_bannerweb_4Nah ini dia, tidak lengkap tulisan Piala Dunia 2006 tanpa analisis dan prediksi. Saya enggak mau jauh-jauh dulu deh, kapok. Mulai Piala Dunia 1998, Piala Eropa 2000, Piala Dunia 2002,  sampe Piala Eropa 2004, saya selalu memprediksi bahwa Inggris akan jadi juara. Hasilnya: NOL BESAR. Yah memang tipis sih prediksi rasional, dengan fanatisme buta. Hehehe. Tapi dengan sedikit belajar dari pengalaman buruk tersebut, pada saat ini saya cuma mau prediksi dua tim yang akan lolos ke knock-out stage untuk setiap grup (in order of ranking). Percaya: syukur, enggak percaya: boleh, enggak setuju: silahkan, mau komentar: enggak dilarang.

Grup A: Jerman dan Polandia.
Jerman, sebagai tuan rumah dan tim spesialis turnamen akbar, harus tetap diperhitungkan. Dengan grup yang relatih mudah, Jerman akan leluasa menjuarai grup ini. Kendati sang kapten dan tumpuan harapan Jerman, Michael Ballack sendiri kemarin sempat berkomentar kalau dirinya tidak yakin akan kekuatan tim Jerman di Piala Dunia kali ini. Memang sih, selain Ballack dan Jens Lehmann, siapa pemain kelas atas yang ada di tim Jerman saat ini? Tidak ada. Kendati demikian, Jerman tetaplah Jerman. Tim ini akan lolos didampingi oleh Polandia, yang bagaimanapun masih memiliki sejarah lebih baik di Piala Dunia ketimbang Kosta Rika dan Ekuador.


Grup B: Swedia dan Inggris

Larsson_and_ibrahimovic_1Pilihan mudah buat saya. Inggris is a clear favourite. Satu-satunya tim yang akan menyulitkan Inggris adalah Swedia. Dua tim lain, Paraguay dan Trinidad & Tobago kurang memiliki kekuatan dan pengalaman yang dapat mengimbangi. Hanya dua nama yang saya tahu dari tim-tim ini: Dwight Yorke (Trinidad & Tobago) dan Rogue Santa Cruz (Paraguay).  Saya prediksi Inggris mungkin hanya akan bermain seri dengan Swedia. Dan dengan duet striker fantastik, Larsson dan Ibrahimovic, bisa-bisa Swedia yang memasukkan gol lebih banyak ke gawang lawan ketimbang Inggris,  dan menjuarai grup ini (ingat, Rooney belum akan turun). Konsekuensinya berat, Inggris bisa langsung berhadapan dengan Jerman di babak knock-out. Weleh.

Grup C: Argentina dan Pantai Gading
Didier_drogbaNah, di grup ini mari kita mulai berkontroversi dan berpolemik. Saya kok punya perasaan kuat (ingat saya bukan analis, cuman penggila bola) kalau Pantai Gading dan Didier Drogba-nya akan memberikan kejutan di turnamen ini. Solid pada babak kualifikasi grup Afrika, Pantai Gading berpeluang untuk menjadi "The Next Cameroon", dan menyingkirkan Belanda. Dengan pertahanan kukuh (ingat Kolou Toure), dan Didier Drogba sebagai kartu as di depan, Pantai Gading akan memanfaatkan kelemahan strategi ofensif Belanda dalam serangan balik. Kenapa bukan Argentina? Karena Argentina memiliki barisan pertahanan yang jauh lebih tangguh (Milito, Samuel, Ayala, Coloccini, Sorin). Sedangkan Belanda, sepeninggal Jaap Stam, masih belum menemukan pengganti yang sepadan.

Grup D: Portugal dan Meksiko
Pilihan mudah lagi. Dari sisi tradisi, sejarah ataupun pengamatan objektif kekuatan tim, Portugal dan Meksiko jauh lebih berpeluang daripada Iran dan Angola. Louis Felipe Scolari pasti banyak belajar dari kegagalan di Piala Eropa 2004. Dengan bakat-bakat luar biasa seperti Cristiano Ronaldo, Sabrosa, Deco, Figo dan Pauleta, tim ini akan berbicara banyak di turnamen.

Grup E: Republik Ceko dan Italia
Republik Ceko duluan? Ya, saya kira Republik Ceko amat pantas menjadi juara grup ini. Lihatlah poros depan-tengah-belakang tim ini: Koller-Nedved-Cech. Solid. Italia, dengan segudang permasalahan pada masa persiapan Piala Dunia (kasus judi Buffon, cederanya Zambrotta dan Nesta) dan buruknya penampilan pada pertandingan pemanasan terakhir, akan tetap lolos dari grup ini, namun dengan tertatih-tatih. Ghana juga punya peluang memberi kejutan, tapi ketergantungan yang tinggi pada Essien akan menjadi faktor penghambat tim ini. Apalagi penampilan Essien bersama Chelsea pada akhir musim kompetisi kurang bersinar. Amerika Serikat? Naah, I won’t take seriously a nation who call "Football" as "Soccer" :)

 Grup F: Brazil dan Australia

Enggak mutulah kalau memprediksi Brazil sebagai favorit juara Piala
Dunia ini. Sama dengan memprediksi kalau Tiger Woods akan menjuarai The Masters, atau Chicago Bulls di era Jordan bakal menjuarai NBA. Negeri
ini seakan-akan tidak pernah kehabisan stok pemain yang tidak hanya
berkualitas, tapi juga brilyan. Dulu ada Pele, Zico, lalu Romario.
Kemudian, sesuai era Ronaldo (yang satu ini juga belum selesai!), sudah muncul Ronaldinho dan Kaka. Selanjutnya sudah menunggu Robinho.
Jadi lebih menarik membahas siapa yang akan mendampingi Brazil lolos ke babak selanjutnya. Tiga
tim lainnya saya lihat sama kuat dan sebanding. Namun, dibanding
Kroasia dan Jepang, saya lebih memilih Australia. Faktor Guus Hiddink
saya anggap sebagai nilai plus. Kalau Korea Selatan di tahun 2002 bisa
dibawanya ke semi-final, Australia yang memiliki pemain-pemain yang
lebih mapan di liga Eropa (Harry Kewell, Mark Viduka, Tim Cahill, Mark Schwarzer), pasti akan bisa lolos dari grup ini.

Grup G: Perancis dan Korea Selatan
Franck_riberyWalaupun banyak pemain dalam tim ini yang sudah memasuki periode kadaluarsa,  Perancis  masih bisa dikata sebagai favorit kuat lainnya di turnamen ini. Thierry Henry akan berusaha membayar kekecewaannya di final Liga Champion  beberapa saat yang lalu dengan menunjukkan performa terbaiknya di turnamen ini. Perancis masih merupakan tim yang solid di semua lini, ada Henry, Gallas, Makalele dan Zidane.
Tapi kan Zidane sudah sangat menurun? Jangan kuatir, Franck Ribery, yang digadang-gadangkan sebagai pengganti Zidane, mungkin akan membuat sang maestro benar-benar turun tahta pada hajatan kali ini dengan penampilannya yang memukau.
Saya agak bingung memilih antara Swiss atau Korea Selatan sebagai tim yang mendampingi Perancis. Karena saya buta kekuatan Swiss. Sedangkan, Korea Selatan setelah kegemilangan di Piala Dunia 2002, justru semakin banyak memunculkan pemain-pemainnya di liga kelas dunia (Park Ji Sung dan Lee Yong Po). Jadi berdasarkan kondisi objektif ini, dan dengan sedikit semangat solidaritas Asia, saya pilih Korea Selatan lah. Togo, tim kejutan yang lolos ke Piala Dunia sangat susah diharapkan. Performanya dalam Piala Afrika beberapa bulan yang lalu tidak menunjukkan kualitas tim yang lolos ke putaran final. Keberuntungan tidak akan hadir kembali bagi Togo.

Grup H: Spanyol dan Ukraina
Kebalikan dengan Jerman yang dikenal sebagai tim spesialis turnamen, Spanyol justru merupakan "the most overrated team in World Cup history" (selain Inggris, mungkin, hehehe). Memiliki liga sepakbola terbaik di dunia, dengan menjuarai turnamen antarklub Eropa (Barcelona juara Champions, dan Villareal juara UEFA), tidak menjamin Spanyol akan berbicara banyak, seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi dengan modal pemain seperti Fernando Torres, Raul Gonzales, Xabi Alonso, Spanyol cukup memiliki amunisi untuk menguasai grup ini.

ShevaPendampingnya menurut saya adalah Ukraina. Debutan Piala Dunia ini penampilannya cukup impresif pada laga-laga persahabatan sebelum dimulainya Piala Dunia. Andriy Schevchenko tak cukup puas dengan hanya menghilangkan gelar "the best players who never played in World Cup" dari dirinya (tidak seperti halnya Ryan Giggs, Eric Cantona, atau George Weah). Sebagai striker paling subur dan konsisten di segala turnamen yang ia ikuti, Schevchenko akan membawa gol-gol yang layak membawa Ukraina ke babak selanjutnya. Dua tim lain, Saudi Arabia dan Tunisia, menurut saya cukup menjadi pelengkap dan penggembira dalam turnamen ini.

Bagaimana dengan prediksi Anda? Cocok? Tidak setuju? Silahkan mengomentari analisis saya. Saya janji akan kembali mengulas ketepatan analisis dan prediksi saya ini pada saat babak penyisihan grup telah usai. Until then, turn on your television, and enjoy the beautiful game!

 

Blogging the World Cup!

Thursday, June 8th, 2006

Iben_wc_blog_bannerweb_3Pesta sepakbola paling akbar akan hadir mulai besok malam. Tepat jam 11 malam, akan dilaksanakan pertandingan pertama antara Jerman melawan Kosta Rika, menandai dimulainya event olahraga terakbar di dunia.

Saya akan mencoba memeriahkan turnamen kali ini dengan ikut-ikutan membuat blog tidak resmi World Cup 2006. Yah, sekedar menyalurkan aspirasi menulis saya dan my passion to the beautiful game. Saya tidak bermaksud untuk sok menjadi analis. Enggak punya kompetensi. Saya cuman mau sharing aja beberapa hal yang saya ketahui mengenai sepakbola, dan mungkin yang lebih utama, opini dan ekspresi saya terhadap beberapa kejadian di seputar pelaksanaan Piala Dunia 2006  ini. Yah, syukur-syukur ada yang menikmati.

So, I hope you can enjoy it. Berikut posting saya yang pertama untuk hari ini.

8 Juni 2006 - Wayne Rooney is set to play!

Wayne_rooneySebagai penggemar berat tim "St. George Cross" alias Inggris, ini merupakan berita paling ditunggu-tunggu! Setelah melakukan x-ray scan
dari cedera tulang metatarsalnya di Manchester kemarin, Wayne Rooney
akhirnya dinyatakan oleh dokter tim Inggris dapat ikut berpartisipasi
di Piala Dunia!

Rooney paling tidak dapat mengikuti knock-out stage,
seandainya Inggris lolos dari babak penyisihan. Kendati tim Manchester
United menyuarakan keberatannya, karena beranggapan Rooney belum sembuh
total, tapi sesuai dengan peraturan FIFA, tim nasional Inggris yang
memiliki hak penuh untuk meminta Rooney untuk bermain.

Menurut pendapat saya, Rooney bisa menjadi "kartu as" bagi tim Inggris dalam babak penentuan tersebut. Kendati memiliki pemain-pemain kelas dunia yang kini sedang berada pada puncak karirnya, seperti Beckham, Lampard, Gerrard dan Terry, Inggris kadang "mandul" dalam kreativitas. Pola menyerang dan bertahan yang walaupun disiplin, mudah terbaca. Inggris memerlukan sosok Wayne Rooney, yang berani membawa bola ke depan daerah lawan, dan gemar melakukan shooting dari luar kotak penalti untuk memecah kebuntuan. Kita saksikan saja!